Wanted: KEJUJURAN

Mei 19, 2006 at 7:36 am (Curhat)

Hari ini, sebelum berangkat ke kantor, saya menyempatkan diri membeli kartu isi ulang Simpati 50 ribu di sebuah wartel di dekat rumah saya di bilangan Tebet. "Berapa, Mbak" tanya saya."58 ribu, Mas""OK, ini uangnya, 100 ribu"

Wah, ga ada kembalian, Mas. Uangnya yang pas aja""Uang saya cuman ada 102 ribu, Mbak"

Akhirnya penjaga wartel itu mengeluarkan uang kembalian sebesar 48 ribu.

"Mbak, ini kembaliannya ada. Tadi koq bilang nggak ada" tanya saya dengan bersungut-sungut. Mbak itu hanya terdiam saja tanpa berani memandang kedua bola mata saya yang menatapnya dengan tajam. Sejak itu saya meneguhkan hati saya untuk tidak membeli ataupun menelepon di wartel tersebut.

*** 

Suatu ketika, saya hendak membeli tiket kereta api (tag) dari kota Lund (Swedia) ke Kopenhagen (Denmark). Kebetulan uang saya terlalu besar. Hingga akhirnya saya memutuskan diri untuk mampir ke sebuah mini market bernama "Presbyran" di stasiun kereta Lund.

"Mbak, saya mau menukarkan uang saya untuk membeli tiket kereta, bisa?" tanya saya.

"Maaf, Mas, sebenarnya saya ingin sekali membantu Mas. Namun kebetulan manajer saya meminta saya untuk menolak menukarkan uang kepada siapapun yang hendak menukarkan uang di sini karena toko Kami membutuhkan uang pecahan kecil juga. Maaf sekali ya, Mas" jawab penjaga toko itu dengan wajah nampak berempati.

"Oh, nggak pa-pa, koq" jawab saya sambil tersenyum ikhlas kepada gadis berambut pirang dan bermata biru tersebut.

Menteng, 19 Mei 2006 @DwiSatyaArdyanto

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: