Syaithon

Mei 2, 2006 at 8:28 am (Polemik)

Mengikuti perbincangan rekan-rekan tergelitik pula hati saya yang faqir akan ilmu agama untuk turun rembuk sekedar melapangkan hati dan meluruskan faham, semoga yang tercipta bukan alunan pedang dan tangkisan perisai (seperti kata Sdr. Dwi) melainkan cahaya senyuman dan hikmah pengetahuan.
 
Senyuman pula yang tercipta, ketika sdr.Khus menukil ucapan Cak Nun "kita tidak perlu membenci syetan karena syetan semata2 hanya menjalankan tugasnya", dilanjutkan dengan kalimat "dan bisa dikatakan bahwa tauhid setan lebih tinggi dari malaikat karena tidak mau menyembah kepada manusia". saya sepakat dengan sdr.Khus ketika dikatakan kedua kalimat tersebut tidak nyambung….menurut saya memang tidak nyambung. namun saya masih mempertanyakan maksud kalimat tersebut, yang mungkin sdr.Khus sudah benar-benar mempunyai pemahaman yang benar terhadap apa yang dituliskannya, semoga dapat berbagi hikmah terhadap saya yang belum paham.
 
Syetan didudukkan pada posisi sebagai "Musuh yang Nyata" bagi manusia, mungkin ada benarnya musuh tidak perlu kita benci, namun perasaan apa yang melatarbelakangi kejadian pelemparan batu oleh Ibrahim AS dan Ismail AS kepada musuh yang nyata tersebut? mungkin ada teman yang mau berbagi hikmah dibalik ini.
 
Mengenai kalimat tauhid syetan lebih tinggi dari malaikat karena tidak mau menyembah manusia, mengikuti semangat Hasan al-Bana dalam menjaga ketauhidan, saya pun bermaksud mempertanyakan pemahaman dibalik kalimah tersebut.
 
Pemahaman saya, sujudnya malaikat pada Adam AS ketika diperintahkan oleh Allah, adalah semata-mata penghormatan pada manusia akan kelebihan yang diberikan oleh-Nya dan bentuk ketaatan Malaikat yang tanpa syarat kepada perintah Tuhannya, sama sekali bukanlah bentuk penyembahan dari makhluk kepada makhluk lainnya. Justru dengan hikmah tauhid maka tidak ada penolakan terhadap perintahnya dan ketaatan dalam menjalankannya.
 
Sebaliknya, pengingkaran Syetan yang tidak mau menghormati Adam AS didasari oleh arogansi dengan memandang dirinya lebih baik dari pada makhluk yang kepadanya Allah menyuruh syetan untuk sujud, arogansi syetan melatarbelakangi dirinya untuk mengingkari perintah Allah.
 
Nah, dengan adanya pengingkaran syetan terhadap apa yang diperintahkan kepadanya, kalo boleh saya berucap bahwa Syetan tidak menjalankan tugas atau amar dari Allah…..jadi saya pun tidak setuju dengan kalimat "kita tidak perlu membenci syetan karena syetan semata2 hanya menjalankan tugasnya" (sebagaima nukilan sdr.Khus terhadap perkataan Cak Nun), saya memandang bahwa Syetan tidak semata-mata hanya menjalankan tugasnya, namun menuruti arogansinya….masih benarkah pernyataan untuk tidak perlu membenci syetan?

@HosnuElWafa 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: