Karikatur Nabi SAW

Februari 7, 2006 at 10:19 am (Curhat)

Berikut ini ada sekelumit pengalaman temen2 pelajar di Paris dan juga artikel tentang karikatur Nabi Muhammad, semoga bermanfaat. Karikatur nabi Muhammad tidak hanya sekarang, tapi sejak dulu…

Kalau pingin tahu lebih lanjut, bisa dilihat di website dibawah ini: http://www.zombietime.com/mohammed_image_archive/ Terus terang saya kehabisan kata-kata melihatnya. Tidak bisakah kita hidup saling menghormati?

Seorang teman perancis, yang mungkin didorong oleh rasa penasaran dan mungkin juga iseng, bertanya sama saya:"Kenapa orang islam marah dengan karikatur nabi muhamad?"

Saya jawab; "Karena nabi muhamad tidak boleh digambar, apalagi dengan karikatur yang benar2 menghina semacam itu. C'est une humiliation, une insulte (penghinaan)." begitu saya tegaskan.

Dia tidak puas, dan bertanya makin jauh; "Tapi kan orang yang menggambar itu bukan orang islam, jadi dia tidak terikat dengan aturan larangan tersebut."  Sejenak saya termenung. Rupanya dia makin berani dan mencoba menjustifikasi lebih jauh.

"..lagian, kan buat orang islam tidak ada pengaruhnya. Kenapa mesti marah dengan apa yang dikatakan orang, yang penting buat kamu tetap percaya kalau nabi muhamad tidak seperti yang mereka gambarkan."

Ada perasaan pedih ketika dia bilang seperti itu. Sambil berdo'a, saya berpikir keras supaya bisa menjelaskan kenapa umat islam marah dengan kasus tersebut.  Hingga akhirnya saya bilang sama dia: "Ok, sekarang saya beri contoh."

Sambil meminta maaf sebelumnya,takut dia tersinggung, terus saya jawab;" Misalnya ada orang yang bilang sama kamu kalau ibu kamu itu… Elle est putain, connard, bordel ou.. elle est une vrai salope.. Quelle sera ta reaction?" (pelacur, berandalan) terus saya tambahkan, "..bagaimana kalau selain itu, ditampilkannya juga photo orang tua kamu dalam keadaan yang…SENSOR…, pokoknya benar2 menjijikan?"

Dia terdiam. Terus saya membalikkan kata2 dia: "Apakah kamu tidak marah dengan apa yang mereka ucapkan ke kamu?"

"Apakah kamu akan masa bodoh, karena orang yang menghina itu bukan anak ibu kamu karena mereka tidak terikat oleh aturan untuk menghormati ibu kamu? Dan apakah kamu akan masa bodoh karena yang penting buat kamu tetap percaya kalau ibu kamu itu tidak seperti yang mereka ucapkan?"

Dia terdiam. Kemudian saya menambahka: "tu te mets en colere, n'est-ce pas? si tu fait aucune reaction, t'es pas normal."

"Bagaimana mungkin kamu tidak tersinggung, kalau orang yang kamu cintai dihina orang. Begitu pula umat islam, kami sangat mencintai nabi muhamad, seperti halnya kami mencintai orang tua kami, bahkan lebih dari itu."

"Tu te rends compte?"

@SigitDanangJoyo 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: