Diabolus: Iblis
Untuk berbicara, melanjutkan polemik ini, sebetulnya ada basic question dulu yang harus dikuasai yakni ttgapa itu Syetan/Iblis.
Syetan dan Iblis adalah dua kata yang telah dikenalbahkan sejak Abrahamic Religion (Judeo-cristian-islam)belum ada. Informasi yang paling tua bisa dilacak di agama Zorostrianism (aQ: Majusi). Zorostrianism adalahkepercayaan yang memandang bahwa penciptaan (genesis)dari awal mula sudah bersifat dualism (gelap-terang,baik-jahat, good-evil, Light-Darkness, Ahura Mazda/god- Angra Mainyu/the evil one). Menurutnya Tuhan dan Kuasa Gelap adalah co-existance, ada muncul secarabersamaan. Oleh karena itu seperti juga nanti bisa dilihat berpengaruhnya kepada agama-agama lain misal Kristen, kepercayaan kepada Tuhan harus dibarengi dengan perjuangan habis2an terhadap Kuasa Gelap. Dalam Kristen, kepercayaan ttg adanya Anti-Christ adalah sangat signifikan. Ada kerajaan Allah versus kerajaan Iblis.
Dari segi kata sendiri, hampir di semua kepercayaandan budaya/filsafat kata Syaitan dan Iblis persis memakai term yang sama. Syaitan merupakan peng-arabandari kata satan -Yunani dan Satanas -Aramaik (bahasaawal Injil) yang artinya: perlawanan dan terhukum. Sedangkan Iblis berasal dari kata diabolus (Yunani)yang berarti: pemitnah, tukang tuduh jahat. Hampirsemua kitab menyebut ttg syetan dan Iblis. Dalam alQuran Syetan disebutkan 87x dan Iblis 11x. Syetan dipakai sebagai kata sifat (ajektif) yang bisa diatributkankepada manusia maupun jin. Sedangkan Iblis lebih dikenal sebagai nama personal sebuah kekuatan yang taktunduk (dhi. juga banyak polemik yang mengatakan apakah iblis sebutan untuk makhluk yang absolutberbuat/bersifat syetan ataukah minoritas malaikatyang membangkang, karena dalam ayat ttg suruhan sujud,di sana tidak ada disebutkan awal-awalnya bahwa forum tsb dihadiri oleh makhluk lain kecuali Adam sendiridan PARA MALAIKAT). Ini ayatnya:
Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada paramalaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalahia termasuk golongan orang-orang yang kafir.
Dalam forum malaikat kok tiba-tiba muncul illa-IBLIS!Dalam sejarah nabi, juga istilah Syetan dan Iblistidak terlalu populer. Tidak ada perkelahian nabidengan yang namanya Iblis diriwayatkan, berbeda denganriwayat yesus yang pernah dibawa kabur Iblis ke sebuah
bukit (sering menjadi inspirasi para penulis untuk kontemplasi, contoh: Khotbah di Atas BukitnyaKuntowijoyo). Hal yang berbau majik dalam cerita nabihanya satu kali disebutkan (baca Surat alFalaq), yakni yang menceritakan dendam seorang istri (yang kebetulanjago sihir)dan 3 anak putrinya untuk mengguna-gunaNabi saw, karena pasukan Muhammad telah membunuh suaminya. Dan gak ada hal-hal adimanusiawi yangdilakukan nabi ketika tahu bahwa dia disihir, diahanya meminta para perempuan itu taubat dan menyuruh untuk mengubur tali-tali buhul sebagai medium sihiritu dikuburkan di sebuah sumur. Gak ada misalnyakemudian nabi menggeneralisirnya (seperti cerita tokoh2 lain) bahwa itu perbuatan syetan/iblis.Sehingga rasanya menjadi keren: tuh musuh gue mahkelasnya Iblis!
Oleh karena itu juga, menurut saya kita gak perlukhawatir tentang Syetan/Iblis karena Muhammad pun tidak menjadikannya tema besar dalam perjuangan Islam.Musuh besar Islam dari semula adalah para konglomerat penguasa ekonomi yang monopolistik dan mempertahankanketidakadilan. Yang menjadikan kepercayaan masyarakatmenjadi sumber kekuatan materialistiknya. Mekkah dengan ka'bahnya adalah sentrum metropolitan yangritual-ritualnya potensial membawa berkah materi yangmelimpah. Seperti terjadi sampai sekarang ini kan? Mana kesejahteraan muslim dibangun dengan dana hasilhaji? Berapa trilyun para raja arab itu mengantongikeuntungan dari ziarah haji setiap tahunnya? Kelaparan di mana-mana yang bantu World Bank
… kok jadi ngelantur ya… gak apa2, biar orang pada tahu bahwa saya antek2 nya Khomeini, yang punya ide:Internasionalisasi Mekkah, agar menjadi kesejahteraan umat muslim sedunia, bukan para raja arab yang glamour dan birahi itu…
Terus kemudian, mungkin bacalah tentang syetan dan Iblis dengan sedikit nada humor, seperti cerpenseorang Mesir (Tawfik el-Hakim) berjudul Martir, yangbercerita ttg Iblis yang mau bertobat… tapi akhirnya mendapatkan jawaban dari Jibril sbb:
YA, IBLIS, KETAATANMU KEPADA ALLAH ADALAH PEMBANGKANGAN KAMU… KAMU MEMANG PERSIS DICIPTAKAN DENGAN MAKSUD SEPERTI ITU… AGAR ALLAH MENJADI PILIHAN BAIK TEMPAT KEMBALI, AGAR AGAMA MENJADI BERMAKNA, AGAR PARA RAHIB-PENDETA DAN USTADZ PUNYA KERJAAN (membodohi dan memeras umatnya
@PeriFarouk
Syaithon
Mengikuti perbincangan rekan-rekan tergelitik pula hati saya yang faqir akan ilmu agama untuk turun rembuk sekedar melapangkan hati dan meluruskan faham, semoga yang tercipta bukan alunan pedang dan tangkisan perisai (seperti kata Sdr. Dwi) melainkan cahaya senyuman dan hikmah pengetahuan.
Senyuman pula yang tercipta, ketika sdr.Khus menukil ucapan Cak Nun "kita tidak perlu membenci syetan karena syetan semata2 hanya menjalankan tugasnya", dilanjutkan dengan kalimat "dan bisa dikatakan bahwa tauhid setan lebih tinggi dari malaikat karena tidak mau menyembah kepada manusia". saya sepakat dengan sdr.Khus ketika dikatakan kedua kalimat tersebut tidak nyambung….menurut saya memang tidak nyambung. namun saya masih mempertanyakan maksud kalimat tersebut, yang mungkin sdr.Khus sudah benar-benar mempunyai pemahaman yang benar terhadap apa yang dituliskannya, semoga dapat berbagi hikmah terhadap saya yang belum paham.
Syetan didudukkan pada posisi sebagai "Musuh yang Nyata" bagi manusia, mungkin ada benarnya musuh tidak perlu kita benci, namun perasaan apa yang melatarbelakangi kejadian pelemparan batu oleh Ibrahim AS dan Ismail AS kepada musuh yang nyata tersebut? mungkin ada teman yang mau berbagi hikmah dibalik ini.
Mengenai kalimat tauhid syetan lebih tinggi dari malaikat karena tidak mau menyembah manusia, mengikuti semangat Hasan al-Bana dalam menjaga ketauhidan, saya pun bermaksud mempertanyakan pemahaman dibalik kalimah tersebut.
Pemahaman saya, sujudnya malaikat pada Adam AS ketika diperintahkan oleh Allah, adalah semata-mata penghormatan pada manusia akan kelebihan yang diberikan oleh-Nya dan bentuk ketaatan Malaikat yang tanpa syarat kepada perintah Tuhannya, sama sekali bukanlah bentuk penyembahan dari makhluk kepada makhluk lainnya. Justru dengan hikmah tauhid maka tidak ada penolakan terhadap perintahnya dan ketaatan dalam menjalankannya.
Sebaliknya, pengingkaran Syetan yang tidak mau menghormati Adam AS didasari oleh arogansi dengan memandang dirinya lebih baik dari pada makhluk yang kepadanya Allah menyuruh syetan untuk sujud, arogansi syetan melatarbelakangi dirinya untuk mengingkari perintah Allah.
Nah, dengan adanya pengingkaran syetan terhadap apa yang diperintahkan kepadanya, kalo boleh saya berucap bahwa Syetan tidak menjalankan tugas atau amar dari Allah…..jadi saya pun tidak setuju dengan kalimat "kita tidak perlu membenci syetan karena syetan semata2 hanya menjalankan tugasnya" (sebagaima nukilan sdr.Khus terhadap perkataan Cak Nun), saya memandang bahwa Syetan tidak semata-mata hanya menjalankan tugasnya, namun menuruti arogansinya….masih benarkah pernyataan untuk tidak perlu membenci syetan?
@HosnuElWafa
Cueko Ummah
Masih ada yang mengganggu dari pernyataan Kush: pikirannya bahwa bangsa Yahudi dibikin oleh Allah SWTuntuk menggoda Islam adalah sama narsisnya dengan klaim bangsa Yahudi bahwa bangsanya diciptakan sebagai uber alles: di atas bangsa2 lain, yang lain cuma pelengkap penderita… MAHA KEJAM ALLAH kalaubegitu…
Hitler menurut saya membalik logika Yahudi untuk melawan Yahudi: deutschland uber alles! Harusnya dengan tragei Nazi, Yahudi belajar ttg chauvinisme itu potensial memusnahkan dirinya…
Islam memang menurut Quran: KHAIRO UMMAH uhrijatlinnas, ta; muruu bil ma'rufi wa tanhaona anilmunkari, wa-tu'minuuna billah. Tapi kata Islam sebagai sebaik2 ummat di sana, masih dalam proses atau atributif, yakni: Kalau orang-orang Islam itu (i) saling menyuruh dalam kebaikan (ii) saling menjagadari keingkaran (iii) dan saling mengingatkan ttgkeberadaan Allah. Jadi jangan ge-er, mentang-mentang sudah Islam, tapi tidak pernah ikut berproses dalam kebaikan, cuek, pasif, lihat yang didzolimi nganggur, itu bukan khairo ummah… itu CUEKO UMMAH
@PeriFarouk
Yahudi?
Aku sangat senang dengan perkataan cak Nun (emha ainun nadjib); "kita tidak perlu membenci syetan karena syetan semata2 hanya menjalankan tugasnya". Dan bisa dikatakan bahwa tauhid setan lebih tinggi dari malaikat karena tidak mau menyembah kepada manusia, tapi sepertinya ada yang tidak nyambung deh dengan hal ini… mungkin juga bahwa bangsa yahudi juga sekedar menjalankan ketentuan (hal yang sudah digariskan kepada bangsa yahudi dan sikapnya terhadap islam) yang sudah diatur oleh Alloh… yang maha berkehendak dan mengetahui, siapa tahu…karena Alloh juga menciptakan segala sesuatu dengan tanpa ada kesia-siaan. kemudian penganut Islam sekarang hanya dituntut untuk berpikir dan lebih berpikir lagi untuk menjaga Islam (menurut hemat saya itu inti dari semuanya).
Semoga saya dijaga (terjaga) karena telah pernah menerima dan mungkin akan menerima kemanfaatan lagi dari "seorang yahudi". Dan tetep berpegang teguh dg addinenul islam. semoga saya bisa mencari sari-pati antara hubungan antar sesama manusia dengan mensikapi "pergerakan yahudi" dalam lingkup yang lebih besar lagi. Mungkin cak hasrul juga tahu dan bisa urun rembug, karena apakah yang terceploskan tempo hari bisa menjadi lebih serius lagi? Disinilah letak pentingnya jamaah, ya toh…
@Kush
Ada Yahudi di Dewa?
Sebetulnya sebelum dokumen murahan ini saya baca saya pernah membaca artikel lain yang bernada sama, bahkan pernah juga mendengarkan ceramah launching buku ttg Free Masonry di Indonesia di Islamic Book Fair beberapa minggu sebelum ini…
Saya sempat bertanya beberapa hal di acara tsb. Contoh pertanyaan saya:
- Kok bisa-bisanya Yahudi disamakan dengan Penyembah Setan, bukankah peradaban kita berutang monotheisme kepada mereka, sehingga orang Islam sendiri sering diyakin-yakinkan (bahkan dalam alQuran sendiri disebutkan) bahwa IBRAHIM adalah BAPAK PARA NABI (Babul Anbiya). Ibrahim adalah ayah dari Ishaq yang menurut keyakinan kita sebagai cikal bakal bangsa Yahudi;
- Karena penulis menganggap bahwa Free Masonry adalah gerakan yang telah ada bahkan sebelum Yesus lahir, maka saya juga tanya: Siapa tokoh free masonry pada jaman Nabi SAW? Saya pikir sebagai Rasulullah dan thelast messenger tidak akan luput dikabarkan oleh Tuhan berita sepenting ini, dan pasti Rasulullah akan menyinggungnya khusus dalam nubuwwah beliau;
- Dan soal pemakaian simbol: apakah Islam sendiri bebas dari kemurnian ttg simbol yang dianggap tidak ilahiah ini? Bulan Bintang (walaupun bukan idenya Nabi SAW) sering didekatkan orang dengan simbol keberhalaan/dewa-dewa, pemakaian simbol cahaya sebagai entitas ilahiah (Nuurun alan Nuur: The Light above lights) juga dipakai jauh sebelum alQuran mempergunakannya untuk menunjuk Allah SWT; dan yang paling menyakitkan para pemerhati sejarah Islam/alQuran adalah adanya riwayat dari Ibnu Hisyam tentang ayat-ayat gharaniq (ingat novel salman rushdie: the satanic verses) yang memuji beberapa sembahan Quraish di awal-awal dakwah Nabi, yang kemudian menurut riwayat tsb langsung dimansukh Nabisebagai kekhilafan akibat godaan setan; dan hampir semua ritual Islam adalah warisan sejarah pra-Islam:Shalat dipraktekkan kaum hanafiyat al-samkhah (golongan Hanif); Puasa adalah amalan yang diwajibkan kpd kaum-kaum sebelumnya (kamaa kutiba alalladziina min qoblikum); haji dilakukan juga oleh para penyembah berhala sebelum Islam memancangkan kuasanya….
Memang sih Islam masih lumayan clean dari keberhalaan ini. Tidak seperti Kristen:- Cek encarta ensiklopedia (ensiklopedia terlengkap keluaran Microsoft) bahwa 25 Desember adalah kelahiran Mithra'. Mithra' adalah pembawa agama praKristen di Romawi, yang sering disebut Mithraism. Penekanan Kristen kepada brotherhood, pengasapan ritual misa, Paskah (easter day) adalah penghormatan dewi kesuburan: Eastre (baca mitologi Yunani), oleh karenanya simbol yang dipakai di Paskah adalah Telur,kelinci dll (simbol kesuburan)…
Saya sendiri ragu untuk mengkritisi tulisan-tulisan model begini, karena sepertinya gak ada gunanya:keyakinan mereka take it or leave it. Kalau kita kritis, yang mereka yakini adalah: BAHWA KITA SUDAH terHEGEMONI YAHUDI…
Tapi sekali lagi saya lebih baik disebut orang yang terpengaruh Yahudi daripada terberkati dengan Makhluk Kekejian dan senantiasa mengumbar fitnah…
Beberapa pertanyaan menggelitik:
- Kok bisa-bisanya dalam Talmud ada suruhan mengutuk kristen, padahal kitab Talmud ada sebelum jaman Yesus;
- Sweetest place diciptakan Once, kok Dani yang jadi korban;
- Wahdatul wujud, yang diprakarsai oleh Ibnul Arabi' apa hubungannya dengan Yahudi? alQuran menyebutkan bahwa Allah SWT meliputi segala sesuatu: kalau manusia bukan bagian dari Allah, lalu manusia ada di mana? Diluar Allah? Kalau kita berpendapat begitu itu sudah ada contoh kepercayaannya yakni: Zorostrianisme, yang dipakai juga oleh kristen sebagai Christ and Anti-Christ, Ahura Mazda versus Angra Mainyu (Energi Cahaya vs Energi Kegelapan)…
Wallahu a'lam
@PeriFarouk